Selasa, 11 September 2018

Kecanduan Game Merupakan Gangguan Mental Menurut WHO

Kecanduan Game Merupakan Gangguan Mental Menurut WHO

Kecanduan Game Merupakan Gangguan Mental Menurut WHO. Video game sedang ramai - ramainya di negara kita Indonesia dan bahkan beberapa jenis permainan tersebut menjadi cabang olahraga resmi di perhelatan Asian Games 2018 di Indonesia kemarin. Banyak sekali kalangan yang mampu memanfaatkan jenis hiburan satu ini secara maksimal dan tentu saja ada yang tidak. Maka dari itu, seluruh individu dari yang muda sampai ke tua harus berhasil mengendalikan game tersebut, bukan malah sebaliknya. Jika anda benar - benar pemain atau pecinta game, perlu diketahui jika WHO (World Health Organization) atau organisasi kesehatan dunia dari PBB menetapkan beberapa karakteristik dalam kecanduan game merupakan tanda orang mengalami gangguan mental. Selengkapnya akan kami bahas di artikel kali ini.

Baca Juga: Peneliti Mengungkap Manfaat Bermain Video Game

Kecanduan Game Merupakan Gangguan Mental Menurut WHO


Kali ini akan saya jelaskan beberapa poin hasil Q&A yang dilakukan WHO dengan Dr. Vladimir Ploznyak yang membahas tentang apa itu Gaming Disorder (gangguan mental karena game), ciri - cirinya, dan pengaruh terhadap kesahatan. Untuk video berbahasa Inggrisnya bisa anda check disini

Gaming Disorder


Gaming disorder adalah sebuah pola dalam perilaku bermain digital atau video-game, entah itu online ataupun offline dan pola tersebut memiliki dua karakteristik. Yang pertama adalah ketidakmampuan seseorang dalam mengendalikan game, dan yang kedua adalah dimana perilaku kecanduan game mendominasi segala kegiatan di sekitarnya sehingga terjadilah kesalahan dalam penggunaan game tersebut.

Tanda - tanda Gaming Disorder


Seperti yang sudah dijelaskan di atas jika setiap pribadi dikatakan mengalami gaming disorder apabila kegiatan tersebut mendominasi dan mengganggu aktifitas pribadi secara menyeluruh. Sehingga hal tersebut menjadi masalah bagi keluarga, teman, sekolah, perkuliahan dan juga kegiatan yang diminati sebelumnya.

Selain itu juga perlu dipertimbangkan seberapa banyak waktu yang dihabiskan dan pada saat situasi seperti apa sang penderita bermain game.

Tetapi perlu diketahui jika konsekuensi - konsekuensi akibat kecanduan game tersebut harus berlangsung atau dialami seorang individu minimal selama 12 bulan sebelum menentukan apakah orang tersebut mengalami gaming disorder.

Bukan berarti jika ada seorang gamers mempunyai karakteristik seperti di atas berarti mengalami gaming disorder. Identifikasi terhadap gangguan tersebut hanya bisa didiagnosis oleh para ahli kesehatan dibidangnya saja.

Gangguan Kesehatan


Kecanduan game tidak selalu berakibat gangguan mental terhadap beberapa indiviudu, tetapi perlu diperhatikan juga jika perilaku tersebut mampu berdampak buruk bagi kesehatan.

Orang yang menghabiskan waktunya untuk bermain game, harus sadar jika apa yang dia lakukan bisa mengganggu pola tidur mereka. Selain itu kurangnya aktifitas olahraga seperti kegiatan fisik yang mungkin dialami oleh para gamers juga tidak baik untuk kesehatan.

Namun tidak sedikit juga yang tidak setuju mengingat terdapat manfaat yang bisa diambil dari video-game yang dimainkan. Mereka beranggapan terhadap sebuah statement yang mengatakan jika game bermanfaat bagi otak manusia seperti dalam penelitian yang dilakukan Universitas Toronto dan Universitas Negeri Florida.

Kesimpulannya, untuk mencegah segala kemungkinan yang tidak diinginkan bagi para gamers, mereka harus sadar mengenai apa tujuan mereka bermain game. Beberapa pihak mungkin berhasil memaksimalkan potensi online atau offline game untuk meraup keuntungan secara legal. Namun bagi mereka yang cuma sekedar hiburan, jangan sampai permainan tersebut mengganggu kegiatan - kegiatan penting di kehidupan anda. Batasilah penggunaan hiburan semacam ini.


EmoticonEmoticon