Kamis, 15 Maret 2018

12 Alasan Kenapa Kita Tidak Boleh Selalu Percaya Terhadap Ingatan Sendiri

Alasan Kenapa Kita Tidak Boleh Selalu Percaya Terhadap Ingatan Sendiri

Manusia diberi fitur oleh Tuhan Yang Maha Esa berupa kapasitas memori atau ingatan yang sangat menakjubkan. Tetapi tidak semua hal - hal yang kita simpan tersebut dapat dipercaya begitu saja dan bahkan mampu menipu kita. Contoh yang paling mudah adalah kecenderungan dalam mengingat hal positif dari pada yang negatif.

Kali ini akan kami berikan beberapa alasan - alasan kenapa kita seharusnya tidak selalu percaya terhadap ingatan sendiri yaitu sebagai berikut:

1. Mandela Effect


Alasan Kenapa Kita Tidak Boleh Selalu Percaya Terhadap Ingatan Sendiri

Pernahkah anda mengalami salah dalam mengingat padahal anda yakin apabila sesuatu yang anda ingat itu adalah benar? Selamat anda mengalami apa yang disebut Mandela Effect.

Contoh dalam kasus ini adalah pada buku anak - anak berjudul The Berenstain Bears. Akan tetapi pembaca buku tersebut mengingatnya dengan nama The Berenstein Bears dan tidak menyadarai Stein yang mereka kira, ternyata menggunakan huruf A, Stain. Lebih mengejutkannya banyak sekali orang yang terlena dengan hal tersebut.

Mandela Effect pertama kali dicetuskan oleh Fiona Bloome setelah meninggalnya Nelson Mandela di tahun 2013 lalu karena orang - orang di seluruh dunia mengira jika beliau telah meninggal pada tahun 1980n.

2. Google Effect


Alasan Kenapa Kita Tidak Boleh Selalu Percaya Terhadap Ingatan Sendiri

Jaman sekarang sangat mudah sekali bagi pengguna internet untuk dapat menemukan informasi yang mereka inginkan di mesin pencari google secara cepat dan tepat, kapanpun dan di manapun mereka kehendaki. Perlu anda ketahui, otak kita cenderung akan melupakan sesuatu yang telah kita pelajar, jika otak menyadari apabila informasi tersebut dapat dan mudah ditemukan di tempat lain. Fenomena itulah yang disebut - sebut sebagai Google Effect.

3. Cryptomnesia


Alasan Kenapa Kita Tidak Boleh Selalu Percaya Terhadap Ingatan Sendiri

Cryptomnesia adalah keadaan di mana suatu ingatan yang terkubur ke alam bawah sadar kita, kemudian muncul dan menganggapnya merupakan suatu ide yang baru. Hal ini dapat memunculkan plagiarisme yang tidak di sengaja.

Kasus yang paling terkenal dialami oleh penulis Helen Keller. Di mana dia menulis sebuah buku yang berjudul "The King Frost" (1891) dan banyak orang menganggap jika karyanya tersebut merupakan jiplakan dari "The Frost Fairies" milik Margaret Canby. Setelah investigasi dilakukan akhirnya terkuak jika Helen Keller mengalami Cryptomnesia dan buku The Frost Fairies tersebut ternyata cerita yang sering dia dengar semasa kecilnya.

4. Ketepatan Ingatan


Alasan Kenapa Kita Tidak Boleh Selalu Percaya Terhadap Ingatan Sendiri

Anda tidak bisa menilai sendiri seberapa tepat ingatan yang terekam ke memori. Keakurasian sebuah ingatan akan selalu sedikit berkurang dari pada sebelumnya.

Contohnya, bayangkan anda sedang melakukan sebuah panggilan telefon dengan seorang teman. Kemudian cobalah untuk mengulangi ingatan yang telah anda buat tadi secara berulang - ulang. Pada hal yang detail, pasti akan sedikit membingungkan bagi anda. Maka dari itu, testimoni terhadap saksi mata dalam kasus kriminal tidak bisa dianggap reliable.

5. Mata Manusia Bukan Kamera


Alasan Kenapa Kita Tidak Boleh Selalu Percaya Terhadap Ingatan Sendiri

Ketika manusia melihat sesuatu yang menarik perhatiaannya, mata mereka cenderung lebih memperhatikan ke bagian yang mereka sukai. Sebagai contoh ketika anda tertarik dengan baju seseorang. Maka mata anda hanya akan fokus terhadap detail baju tersebut dan menghiraukan tampilan lainnya.

Mata manusia tidak seperti kamera yang bisa menangkap seluruh resolusi gambar dan hanya akan terpusat pada titik yang anda inginkan. Sehingga sangat sulit sekali bagi kita untuk menyimpan semua gambar secara penuh.

6. Terkadang Ingatan Tidak Tersimpan Dengan Benar


Alasan Kenapa Kita Tidak Boleh Selalu Percaya Terhadap Ingatan Sendiri

Disaat kita membuat sebuah ingatan, secara tidak sadar akan tersimpan dan kemudian akan di tempatkan pada baris paling depan ketika dibutuhkan kembali. Tetapi terkadang sistem yang berfungsi untuk melakukan penyimpanan tersebut tidak bekerja secara normal dan ingatan tidak tersimpan dengan benar.

Ambil saja contoh ketika anda meletakkan kunci sepeda motor di suatu tempat dan mengatakan ke otak untuk tidak melupakannya. Tetapi pada kenyataannya anda akan lupa saat pergi meninggalkannya. Ada 3 penyebab kenapa hal tersebut bisa terjadi. Yang pertama adalah otak tidak merekam di mana letak kunci tersebut, kedua anda tidak mampu menjaga ingatan tersebut, dan yang terakhir kurangnya kemampuan untuk mengembalikan ingatan secara akurat.

7. Illusory Truth Effect


Alasan Kenapa Kita Tidak Boleh Selalu Percaya Terhadap Ingatan Sendiri

Illusory truth effect adalah sebuah keadaan di mana otak kita akan menerima kebohongan menjadi kebenaran setelah mendengarnya beberapa kali. Master manipulator sangat ahli sekali dalam melakukan hal - hal seperti ini. Dan kita bisa juga temukan saat ada kampanye - kampanye politik.

Ketika kamu mendengarkan sesuatu kedua kalinya, otak akan lebih cepat mengerti dan mengartikannya sebagai sebuah kebenaran. Maka dari itu apabila kita menjumpai berita palsu, jangan langsung percaya terlebih dahulu dan cari kebenaran dari hal tersebut.

8. Semakin Kita Tua, Semakin Sulit Mengingat Sesuatu


Alasan Kenapa Kita Tidak Boleh Selalu Percaya Terhadap Ingatan Sendiri

Rose tidak memiliki sedikit masalah ketika diminta untuk menceritakan kembali pengalaman sedih yang menimpanya saat berada di atas kapal Titanic. Tetapi tidak banyak pribadi yang seberuntung dia.

Hippocampus merupakan bagian otak yang berperan dalam kegiatan mengingat dan kemampuannya semakin memburuk seiring bertambahnya usia. Tingkat hormon dan tekanan darah yang juga berkurang semakin membuat orang tua sulit mengingat.

9. Cenderung Mengingat Hal Positif


Alasan Kenapa Kita Tidak Boleh Selalu Percaya Terhadap Ingatan Sendiri

Manusia lebih cenderung mengingat hal - hal yang positif dari pada negatif. Pada tahun 1930n, pakar psikologi mengumpulkan informasi tentang kejadian - kejadian dalam kehidupan orang - orang seperti liburan, ulang tahun, dan menandainya apakah hal tersebut menyenangkan atau sebaliknya. Kemudian mereka diminta untuk menceritakan kembali ingatan - ingatan tersebut. Dan hasilnya 60% memori negatif terlupakan dan 42% memori positif yg dilupakan.

10. Deja Vu Menipu Kita


Alasan Kenapa Kita Tidak Boleh Selalu Percaya Terhadap Ingatan Sendiri

Deja Vu adalah suatu keadaan di mana sepertinya kita telah mengalami lagi kejadian yang pernah kita lakukan sebelumnya. Sampai sekarang belum ada yang bisa menjelaskan secara ilmiah kenapa Deja Vu bisa terjadi.

Beberapa peneliti percaya jika hal tersebut dapat terjadi karena ada kerusakaan pada sistem memori manusia yang membuat otak menciptakan informasi secara detail dari sebuah pengalaman yang baru saja dialami. Informasi tersebut kemudian berputar dalam ingatan jangka pendek, kemudian berpindah ke memori jangka panjang sehingga menimbulkan sensasi seperti pernah mengalami kejadian yang telah terjadi sebelumnya.

11. Otak Kita Memiliki Masalah Dalam Mengingat Warna


Alasan Kenapa Kita Tidak Boleh Selalu Percaya Terhadap Ingatan Sendiri

Mata adalah salah satu organ manusia yang mampu membedakkan secara jelas warna dari sebuah objek yang terlihat. Tetapi otak manusia tidak memiliki kemampuan seperti itu.

Katakanlah anda ingin membeli cat berwarna seperti yang ada di rumah anda. Dengan hanya bermodalkan ingatan saja, akan sangat sulit untuk bisa mencocokkan warna seperti yang anda inginkan

12. Cedera Otak Mengakibatkan Hilangnya Ingatan


Alasan Kenapa Kita Tidak Boleh Selalu Percaya Terhadap Ingatan Sendiri

Menderita cedera traumatik pada otak berakibat hilangnya ingatan anda meskipun hanya gegar otak ringan saja. Jika kamu mengalaminya dan tidak mendapatkan waktu yang cukup untuk penyembuhan, maka kerusakan di masa akan datang pasti akan terjadi.


EmoticonEmoticon