Selasa, 06 Februari 2018

Penyebab Utama Hewan Langka Yang Perlu Kamu Ketahui

Tags

Penyebab Utama Hewan Langka

Penyebab Utama Hewan Langka Yang Perlu Kamu Ketahui. Dua abad terakhir ini disebut - sebut sebagai abad meningkatnya tingkat kepunahan dan kelangkaan hewan. Hal tersebut juga terjadi bersamaan dengan kemajuan industri dan peningkatan jumlah populasi manusia. Bahkan peningkatan tersebut lebih berbahaya bagi eksistensi hewan 1000 kali lipat dibanding karena faktor alamiah.



"Manusia sudah seperti spesies rumput. Kita telah menunjukan kemampuan menakjubkan untuk menginvasi, mengganti, dan mengusik setiap habitat yang ada di planet ini"
- Richard P. Reading -

Faktor fundamental yang membuat kelangkaan tersebut tidak lain dan tidak bukan yaitu karena permintaan dari manusia, baik untuk dimanfaatkan hewan tersebut maupun sumber - sumber alam di mana habitat hewan tersebut hidup.

Baca Juga : 20 Hewan Langka Di Dunia Yang Terancam Punah

Kehilangan Habitat dan Fragmentasi

Penyebab Utama Hewan Langka
Orangutan yang menjadi korban
perburuan dan fragmentasi habitat
Sumber: pixabay.com
Hewan yang kehilangan habitatnya disebut - sebut sebagai penyebab yang bertanggung jawab atas berkurangnya populasi satwa.

Hutan hujan yang merupakan habitat utama untuk hewan - hewan tropis, diambil kayu atau timber, perkembangan sumber petroleum (Contohnya di Ekuador), sumber mineral, dan lahan untuk pertanian. Sehingga fauna yang tinggal di daerah itu kehilangan tempat hidupnya.

Efek dan Kontribusi  Hilangnya Habitat Terhadap Kelangkaan Hewan


Richard P. Reading merangkum informasi tentang efek dan kontribusi terhadap hilangnya habitat bagi fauna di dunia ini.

Perubahan habitat menyebabkan berkurangnya integritas biotik (kesehatan ekosistem), spesies lokal, dan secara hebat menyederhanakan sistem dan habitatnya.

Dampak - dampak perubahan tersebut dapat dihitung secara matematis. Kurang lebih yaitu 90% habitat yang hancur, 50% spesies akan hilang. Berikut rincian jenis satwa yang akan akan merasakan dampak tersebut:
  • Hewan besar seperti karnivora merupakan spesies yang membutuhkan area luas akan menderita pertama kali.
  • Hewan yang berinteraksi dengan manusia juga menjadi korban pemusnahan tersebut.
  • Spesies yang membutuhkan wilayah sempit juga akan menderita.
  • Spesies yang tidak efektif menyebar akan terbatas saat habitat mereka terganggu.
  • Spesies dengan kemampuan yang hanya bisa membutuhkan wilayah sempit sepertinya akan menghilang secara cepat.
  • Dan spesies yang hidup berkoloni atau berkolompok akan mengalami penurunan populasi.
Ketika habitat berkurang, beberapa sepsies akan mati karena kekurangan sumber. Spesies lainnya yang berkurang, akan menjadi rentan dan bisa saja mencapai kepunahan. Populasi yang masih ada ketika fragmentasi habitat juga akan menjadi rentan terhadap kelainan genetika, masalah demografik, variabilitas lingkungan, dan bencana.

Populasi yang berkurang tersebut, secara khusus akan rentan terhadap kejadian deterministik seperti perburuan liar.

Baca Juga : 10 Hewan Langka Yang Hanya Bisa Anda Temukan Di Indonesia

Perdagangan Satwa Liar Nasional maupun International

Penyebab Utama Hewan Langka
Sumber: pixabay.com
Perburuan liar dan perdagangan hewan liar (legal dan ilegal) merupakan penyebab umum lain kenapa hewan menjadi langka bahkan sampai punah.

Tetapi setelah dibentuknya Convention of International Trade in Endangered Species of Wild Flora and Fauna (CITES) atau konvensi perdagangan internasional tumbuhan dan satwa liar spesies terancam, mampu mengurangi masalah tersebut.

Perdagangan satwal liar pernah dikaitkan dengan perdagangan obat - obatan terlarang. Hal tersebut terjadi di bandara Miami pada tahun 1993, 312 ular boa pembelit yang tiba dari Kolombia membawa kokain di dalam tubunya dengan berat 39 kilogram. Tentu saja ular - ular tersebut dalam keadaan mati.

Perdagangan Hewan Untuk Dipelihara


Salah satu contoh yang paling mengejutkan adalah perdagangan hewan langka yang terjadi di Taiwan pada akhir tahun 1980an.

Setelah ada pemberitahuan di TV tentang seekor orang hutan, permintaan untuk hewan tersebut meningkat pesat. Taiwan menemukan 1000 orangutan muda masuk secara ilegal dan diiklankan melalui koran.

Korban sebenarnya tidak lain dan tidak bukan adalah sang ibu dari anak orangutan tersebut yang harus dibunuh dan beberapa mati saat dalam perjalanan.

Perdagangan Bulu Binatang


Perdagangan jenis ini sangat terkenal  antara tahun 1950an hingga 1960an. Contohnya pada tahun 1960n, 10,000 leopard, 15,000 jaguar, 3,000 cheetah dan 200,000 ocelot diimpor secara legal ke Amerika Serikat dan Eropa setiap tahunnya.

Aktifitas tersebut memang tidak ada pada jaman sekarang, tetapi tetap saja berkontribusi akan berkurangnya populasi hewan pada saat itu.

Perdagangan Daging Hewan Liar


Perdagangan jenis ini terjadi di Afrika dan menjadi sumber pemasukan utama bagi penduduk pedesaan di sana. Telah diperikirakan jika berburu daging satwa liar tidak menyebabkan hilangnya habitat yang menjadi ancaman bagi hewan hutan hujan di Afrika.

Bagaimanapun juga, mengkonsumsi daging satwa liar (khusunya primata) tidak hanya berkontribusi sebagai penyebab berkurangnya jumlah fauna, tetapi juga telah dikaitkan terhadap beberapa penyakit seperti AIDS (AIDS virus dari hewan ke manusia)

Perdagangan Bagian Tubuh Hewan


Tidak begitu jelas apakah aktivitas jenis ini secara siginifikan berpengaruh terhadap punahnya hewan. Tetapi di negara China ada sebuah permintaan untuk  macan yang digunakan sebagai bahan membuat obat penambah gairah seksual.

Perdagangan untuk Penelitian Biomedis


Hampir semua penelitian biomedis dilakukan di negara - negara industri, yang mana menjadi pusat importer terhadap hewan - hewan (khusunya primata) untuk tujuan tersebut selama 1950n hingga 1960n.

Diestimasi bahwa jumlah simpanse sendiri yang diekspor untuk penelitian biomedis yaitu antara 40,000 dan 90,000 dari tahun 1960 hingga 1980. Untuk perbandingannya, total populasi simpanse di seluruh Afrika sekarang tidak lebih dari 150,000.

Penyebab Lain Hewan Langka

Penyebab Utama Hewan Langka
Global Warming juga menjadi
salah satu alasan penyebab kelangkaan hewan
Sumber: pixabay.com
Berikut adalah penyebab - penyebab lain yang tidak memiliki kaitan dengan permintan manusia untuk hewan atau sumber habitat mereka, tetapi masih tetap dilakukan karena ulah manusia.

Perubahan Cuaca atau Global Warming


Baru - baru ini menyebutkan jika temperatur global yang semakin panas mungkin mempengaruhi fauna dalam berbagai hal. Faktanya, global warming diprediksi akan membuat 20-30% tumbuhan dan satwa akan mengalami kelangkaan dan 40-70% mungkin akan terjadi skenario yang lebih buruk.

Ambil saja contoh kodok yang merupakan spesies yang sangat rentan. Perubahan cuaca telah menimbulkan dugaan terhadap kemungkinan hilangnya the golden toad atau kodok emas yang ada di Costa Rica.

Polusi


Polusi lingkungan yang menjadi penyebab terjadinya global warming, merupakan penyebab lain berkurangnya satwa di dunia.

Dan lagi, kodok yang ada di wilayah tropis mungkin terpengaruh oleh polusi dihabitat mereka.

Spesies Invasif


Spesies invasif maksudnya adalah spesies yang bukan menjadi spesies asli daerah tersebut. Contohnya adalah kura - kura Galapagos.

Selama abad 20, kambing diperkenalkan ke pulau Galapagos dan memakan suplai makanan kura - kura tersebut. Babi, anjing, dan tikus memakan telur Galapagos dan populasinya pun secara otomatis berkurang.

Penggembala


Penggembala - penggembala mungkin akan menembak mati hewan - hewan yang mengancam hewan peliharaan mereka seperti domba. Hal tersebut sering terjadi terhadap jaguar dan menjadi alasan utama punahnya macan tasmnia.

Demikianlah penyebab - penyebab utama hewan langka yang perlu kita sadari. Untuk mencegah hal tersebut terus terjadi, kita seharusnya belajar tentang masa lalu dan berusaha untuk menghapuskan semua hal - hal yang menyebabkan berkurangnya populasi hewan.

Eksploitasi sumber alam yang menjadi alasan kepunahaan hewan dikaitkan dengan progress ekonomi dari negara tersebut. Kita harus menemukan keseimbangan antara kesejahteraan hewan dan manusia.

Semoga dengan adanya artikel ini mampu membuat kita sadar akan penyebab utama hewan langka.


EmoticonEmoticon