Minggu, 28 Januari 2018

Jack The Ripper - Cerita Misteri Sang Pembunuh Berantai Lengkap [PART 1]

Cerita Misteri Jack The Ripper
Picture by commons.wikimedia.org
Jack The Ripper - Cerita Misteri Sang Pembunuh Berantai Lengkap. Siapa yang tidak kenal dengan sosok Jack The Ripper, seorang pembunuh berantai di Whitechapel, London pada tahun 1888 yang mana sosok pelakunya belum diketahui sampai sekarang.


Kali ini tafakta.com akan memberikan kepada sobat semua mengenai sejarah cerita misteri Jack The Ripper yang dilansir di situs jack-the-ripper.org.

Menurut isu - isu yang tersebar, total korban jiwa karena ulah si pembunuh berantai, Jack The Ripper, hanya 5 saja. Tetapi hal tersebut berdasarkan sebuah pernyataan dari Melville Macnaghten (1894). Namun catatan pembunuhan yang terjadi di Whitechapel, London, ada 11 kasus pembunuhan yang terjadi. Maka dari itu sisa 6 tersebut mungkin saja ulah dari Jack The Ripper.

Baca Juga : Fakta dan Misteri Dunia Yang Belum Terpecahkan

5 Korban Resmi Ulah Jack The Ripper


Lima nama di bawah ini merupakan nama - nama yang sering diisukan sebagai korban pasti ulah The Ripper. Mereka adalah:
  • Mary Nichols - Tewas pada tanggal 31 Agustus 1888
  • Annie Chapman - Tewas pada tanggal 8 September 1888
  • Elizabeth Stride - Tewas pada 30 September 1888
  • Catherine Eddowes - Tewas pada tanggal 30 September 1888
  • Mary Kely - Tewas pada tanggal 9 November 1888

Emma Smith - Korban Pertama Pembunuhan di Whitechapel


Sebelum terjadi pembunuhan Mary Nichols yang terjadi pada tanggal 31 Agustus 1888, sebenarnya ada satu korban lagi bernama Emma Smith yang diserang pada tanggal 3 April 1888 dini hari.
Cerita Misteri Jack The Ripper
Picture by jack-the-ripper-walk.co.uk
Dia akhirnya meninggal di rumah sakit London karena akibat luka yang dia terima dan menjadikan Emma Smith sebagai korban pembunuhan pertama di Whitechapel.

Dia meninggal jelas bukan karena si Jack karena Emma sebelum menghembuskan nafas terakhirnya mengatakan jika dia diserang oleh geng daerah lokal.

Martha Tabram - Korban Pertama Ripper?

Cerita Misteri Jack The Ripper
Picture by jack-the-ripper.com
Beberapa bulan selanjutnya pada tanggal 7 Agustus 1888, tubuh Martha Tabram ditemukan di George Yard dengan luka yang mengerikan yaitu terdapat 39 luka tusukan di tenggorokan, dada dan perut.

Kasus ini diduga bukan akibat ulah The Ripper yaitu karena tenggorokannya belum putus dan rahimnya tidak diambil, tidak seperti 5 korban lainnya dan misteri tersebut belum terpecahkan hingga sekarang.

Pembunuhan yang Dilakukan Jack The Ripper


Korban pertama The Ripper yaitu Mary Nichols pada tanggal 31 Agustus 1888 tewas karena serangan brutal yaitu dengan cara digorok tenggorokannya dan dikeluarkan isi perutnya dan menjadikan keadaan di sana penuh dengan teror. Polisi pun sangat dibuat kebingungan karena kasus - kasus tersebut.
Cerita Misteri Jack The Ripper
Picture by pinterest.com
Kemudian mereka mengaitkan pembunuhan tersebut dengan kasus yang dialami oleh Martha Tabram dan banyak petugas kepolisian percaya kalau Martha merupakan korban pertama Jack The Ripper.

Dan di sisi lain mereka juga menduga ulah tersebut akibat serangan dari geng lokal seperti yang dialami Emma karena Jack The Ripper belum naik daun saat pembunuhan Mary Nichols.

Inspektur Abberline Turun Tangan


Karena misteri tersebut sulit sekali dipecahkan, maka investigasi harus ditangani oleh orang dengan pengetahuan lebih tentang dunia kriminal East End dan pada awal September 1888 ditunjuklah inspektur Frederick George Abberline.

Abberline menjadi salah satu petugas investigasi yang sangat penting karena dia mampu menghindari kritik dari press, mencaci satu sama lain, dan petugas yang lebih senior. Selain itu dia juga dihormati oleh kalangan banyak seperti teman petugas kepolisian dan atasan, tetapi jugaoleh press dan publik.

Ketakutan Oleh The Leather Apron


Pada waktu itu polisi melakukan penyelidikan kepada wanita penghibur di area sekitar dan menemukan orang yang diduga sebagai pelaku kasus pembunuhan - pembunuhan tersebut. Orang - orang sekitar menyebutnya dengan "Leather Apron" karena dia selalu memakai pakain garmen berbahan kulit.

Menurut wanita penghibur, si Leather Apron tersebut melakukan pemerasan dengan ancaman jika tidak diberikan uang akan dibunuh dan dikeluarkan organ dalam tubuhnya.

Annie Chapman Terbunuh


Kemudian pada tanggal 8 September 1888, tubuh seorang wanita malam ditemukan tak bernyawa di jalan Hanbury nomor 29, berajarak kurang dari satu mil dari Buck's Row, di mana Mary Nichols terbunuh seminggu sebelumnya.
Cerita Misteri Jack The Ripper
Picture by en.wikipedia.org
Identitas korban tersebut diketahui bernama Annie Chapman dan kali ini pelaku memotong dan membawa rahim wanita penghibur tersebut. Sebagai informasi tambahan, di dekat tempat kejadian perkara ditemukan jaket kulit yang di duga milik si Leather Apron.

Leather Apron Ditahan


Tidak lama kemudian seorang laki - laki yang bernama John Pizer atau si Leather Apron diringkus oleh sersan William Thicker dan Pizer tersebut mampu membuktikan secara kuat kalau di bukanlah pembunuh dari Annie Chapman.

Lalu pihak kepolisian secara resmi memutuskan untuk melepaskannya dan dia bahkan juga hadir di pemakaman wanita malam yang terbunuh 8 September 1888 itu.

Komitee Kewaspadaan Mile End


Pada tanggal 10 September 1888, sekelompok pebisnis lokal dan pedagang membentuk sebuah komite kewaspadaan bernama Mile End dan dipilih lah pembangun lokal yaitu George Lusk sebagai presidennya.

Dalam film tentang Jack The Ripper, komite tersebut disebut - sebut melakukan main hakim sendiri. Tetapi pada kenyataannya, mereka menyatakan jika tujuan mereka adalah untuk membantu pihak kepolisian dan juga untuk meningkatkan hadiah bagi orang - orang yang mempunyai segala informasi mengenai The Ripper.

Kemudian sang presiden yaitu Mr. George Lusk menjadi tokoh yang populer bagi penduduk lokal dan bahkan sering dimuat dalam koran berkat aksi - aksi dari komite kewaspadaan tersebut.

Apakah Pembunuh Tersebut Merupakan Seorang Ahli Medis?


Pihak divisi ahli bedah kepolisian pun juga turut ikut andil untuk membantu memecahkan misteri si Jack The Ripper ini. Dan hasilnya adalah saat mereka melakukan pemeriksaan terhadap tubuh Annie Chapman, Dr. George Bagster Philips berpendapat jika pembunuh tersebut memiliki pengetahuan tentang anatomi manusia. Terlihat dari bagaimana pelaku mampu mengambil organ si korban dengan prosedur yang benar. Maka dari itu dugaan muncul jika The Ripper mungkin adalah orang medis.

Pihak Koroner Menyebabkan Sensasi


Saat pihak divisi ahli bedah menjelaskan penyelidikan terhadap Annie Chapman, Koroner, Wynne Baxter, menyebabkan sebuah sensai yaitu mengungkapkan kalau sub-kurator museum Pathological di salah satu sekolah medis London telah memberikan informasi tentang seorang doktor Amerika yang telah menawarkan kepada sub-kurator uang sebesar 20 poundsterling jika dia mampu memberikan satu rahim.

Baxter mengira jika informasi tersebut membuat orang yang memiliki kemampuan dalam bidang organ dalam melakukan hal gila kemudian menjualnya. Tetapi dugaan tersebut langsung dibantah oleh orang - orang yang berprofesi dibidang medis.

Peningkatan Jumlah Petugas Kepolisian


Di jalanan Whitechapel, polisi terus berusaha untuk mengungkap misteri siapa yang harus bertanggung jawab atas pembunuhan - pembunuhan tersebut untuk kemudian diadili dan juga menghadapi kritik - kritik yang diberikan press karena ketidakmampuan mereka mengungkapkan siapa pelaku sebenarnya.

Bagaimanapun juga, meningkatnya jumlah polisi berhasil menghalangi aksi si pembunuh dan pada akhir September, orang - orang mulai lega karena banyak dari mereka percaya jika ancaman pembunuhan sudah selesai.

Malam Jatuhnya 2 Korban


Tetapi pada kenyataannya, cerita misteri yang membuat Jack The Ripper sangat ditakuti ternyata belum usai. Pada tanggal 30 September 1888, pembunuh Whitechapel tersebut kembali melakukan aksi mengerikannya dan membunuh 2 wanita dalam waktu yang sangat cepat yaitu kurang dari satu jam.
Cerita Misteri Jack The Ripper
Picture by en.wikipedia.org
Korban malang yang pertama yaitu bernama Elizabeth Stride dan ditemukan oleh Louis Diemschutz saat di ingin mengembalikan kuda poni dan gerobaknya ke jalan Berner pukul 1 dini hari.

Tubuh malang yang sudah tidak bernyawa tersebut ditemukan dalam kondisi yang mengenaskan yaitu lehernya terpotong akan tetapi anggota tubuh lainnya masih utuh. Polisi menduga jika hal tersebut dikarenakan sang pelaku merasa terganggu dengan kedatangan Diemschutz saat memasuki tempat kejadian perkara.

Korban kedua yang ditemukan pada pagi hari diketahui bernama Catherine Eddowes dan ditemukan di Mitre Square, London pukul 1.45 am.. Bahkan jasadnya lebih menyedihkan ketimbang Elizabeth Stride, yaitu secara mengerikan dimutilasi dan diambil rahim dan hinjal kirinya.

Pelaku Dijuluki Jack The Ripper


Saat gonjang ganjing dari press terkait kasus 2 korban atau sering disebut dengan "Double Event", polisi memutuskan untuk mempublikasikan sebuah surat yang sebelumnya sudah dikirimkan ke agen London News.

Surat tersebut ditulis dengan tinta merah, dibuat seakan - akan The Ripper lah yang menulisnya dan berisi tentang bualan jika kepolisian tidak mampu menanganinya. Sombong akan apa yang diperbuat dengan korbannya dan juga menyatakan tentan apa yang akan dilakukannya terhadap korban selanjutnya.

Setelah surat tersebut dipublikasian, nama Jack The Ripper secara cepat meroket ke penjuru dunia. Sayang sekali cara tersebut merupakan suatu kesalahan. Banyak orang mengira jika surat tersebut asli dari Jack The Ripper kemudian pihak kepolisian menjelaskan jika surat tersebut merupakan karya jurnalis London.

Cerita tentang misteri dari Jack The Ripper belum berakhir sampai sini saja. Untuk mengetahui kelanjutan dari kisah sang pembunuh berantai ini, saya mohon anda bersabar karena ceritanya masih cukup panjang.


EmoticonEmoticon