Minggu, 17 Desember 2017

5 Gempa Bumi Terbesar Dalam Sejarah Dunia

Tags




Tafakta.com - 5 Gempa Bumi Dahsyat dan Terbesar Sepanjang Sejarah Dunia. Gempa bumi menurut wikipedia adalah getaran atau getar - getar yang terjadi di permukaan bumi akibat pelepasan energi dari dalam secara tiba - tiba yang menciptakan gelombang seismik. Gempa bumi yang memiliki skala besar akan menjadi ancaman yang mematikan bagi manusia. Bahkan ancaman akan jauh lebih besar jika gempa tersebut terjadi di laut yang mungkin bisa saja berdampak akan terjadi tsunami.
Kali ini tafakta.com akan memberitahu kepada pembaca tentang gempa dahsyat dan terbesar yang secara ilmiah pernah dicatat dalam sejarah. Gempa - gempa di bawah ini akan di ukur berdasarkan magnitude atau besarnya skala richter gempa, bukan banyaknya korban jiwa akibat gempa.Bahkan gempa dengan skala richter besar tidak harus dikatakan mematikan, atau memiliki tingkat skala Mercalli yang tinggi. Untuk informasi anda, skala Mercalli adalah satuan pengukuran gempa berdasarkan efek dari gempa. Mungkin gempa dengan 8 skala richter mampu mengguncang daratan sama dengan gempa yang memiliki magnitude yang lebih rendah. Ini tergantung dari frekuensi dari gempa yang lebih baik dalam menggerakan struktur besar, menyebabkan tanah longsor yang mampu membuat tsunami.

Daftar gempa - gempa yang akan ditulis di bawah ini adalah kawasan yang hanya dilewati Cincin Apik Pasifik atau Lingkaran Api Pasifik atau dalam bahasa Inggris yaitu Ring of Fire. Kawasan tersebut berada di 3 kontinen yaitu Asia, Amerika Utara dan Amerika Selatan, di mana area - area tersebutlah yang bertanggung jawab terjadinya 90% gempa di bumi ini.


https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Pacific_Ring_of_Fire.png

5. Russia, Kamchatka. 9.0


Pada tanggal 4 November 1952 gempa dahsyat berkekuatan 9.0 skala richter, terbesar ke-5 dalam sejarah, mengguncang Semenanjung Kamchatka, Rusia bagian timur. Gempa tersebut juga menimbulkan tsunami setinggi 15.2 meter dan menyebabkan kerusakan yang hebat di Semenanjung Kamchatka dan pulau Kuril. Diperkirakan korban akibat bencana alam ini yaitu sekitar 10.000 hingga 15.000 nyawa melayang. Gelombang tsunami ini dilaporkan hingga mencapai Peru, Chili dan Selandia Baru. Tetapi area luar yang terkena dampak tsunami yaitu di kepulauan Hawai. Di Alaska kepulauan Aelutian dan California dilaporkan tinggi gelombang tsunami di sana mencapai 1.4 meter.

https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Terremoto_Valpara%C3%ADso_1906.jpg

Pelajaran yang bisa diambil dari bencana alam di Kamchatka ini adalah, sebelum terjadinya ombak pertama, kebanyakan pendudukan Severo-Kurilsk di Rusia telah pergi ketempat yang lebih tinggi dan selamat. Kemudian penduduk kembali ke rumah mereka masing - masing. Akan tetapi, mereka tidak mengetahui jika akan ada gelombang susulan. Akibatnya 39% penduduk di sana meninggal dunia akibat gelombang ke-2. Gelombang tsunami dapat berpotensi memiliki panjang gelombang yang lama dan dapat mencapai pantai dalam hitungan jam saja. Maka dari itu ahli kesiapan siaga darurat mengimbau bagi para pengungsi untuk menjauh dari pantai hingga pengumuman resmi jika warga sudah diperbolehkan kembali.

4. Jepang. 9.0


6 tahun lalu pada tanggal 11 Maret 2011, Jepang diguncang gempa dahsyat 9.0 skala richter, merupakan yang terbesar ke-4 dalam sejarah, dan menimbulkan tsunami. Efek dari gempa dahsyat ini terasa hingga ke seluruh dunia dari teluk Norwegia hingga Antartika. Bahkan puing - puing akibat tsunami sampai di pantai - pantai Amerika Utara beberapa tahun kemudian. Gelombang tsunami Jepang bahkan sampai hingga di Alaska Hawai dan Chili. Bahkan di Chili yang berjarak 17.000 km, tinggi ombak mencapai 2 meter menurut Paific Tsunami Warning Center.

https://www.flickr.com/photos/ophelia_jane_julia/5534414080

Satu menit sebelum terjadinya gempa, penduduk Jepang telah menerima informasi akan adanya bencana alam. Beruntung Jepang memiliki bangunan anti gempa dan pengumuman lebih awal, dengan memberhentikan kereta cepat dan pabrik, sehingga mampu meminimalkan korban jiwa. Tidak hanya itu, penduduk Jepang juga menerima peringatan melalui handphone mereka.

Kurang dari satu jam setelah gempa terjadi, gelombang tsunami yang paling pertama datang dengan tinggi 128 kaki atau 39 meter. Tembok yang dibangun untuk menghalang tsunami pun tidak kuat dan hancur. Kuatnya ombak tsunami menghancurkan tiga gedung di mana orang orang mengungsi. Hingga 10 Juni 2016, dilaporkan 15.894 meninggal dan 2.500 orang masih hilang.

3. Aceh, Sumatra, Indonesia. 9.1


https://pixnio.com/events-happenings/flooding-from-the-dec-2004-tsunami-left-aceh-destroyed-with-rubble-and-water-indonesia


Tanggal 26 Desember 2006 mungkin adalah hari yang sedih bagi warga Aceh, Sumatra, Indonesia  dan bahkan dunia. Bagaimana tidak, gempa dahsyat 9.1 skala richter dan menjadikan gempa terbesar ke-3 yang pernah tercatat dalam sejarah, dan menyebabkan tsunami di Aceh merupakan bencana alam super dahsyat yang paling banyak memakan korban di 14 negara Asia Afrika. Total semua korban yang meninggal atau hilang yaitu 227.898 jiwa. Negara paling banyak kehilangan korban jiwa yaitu Indonesia 167.540 dengan kerugian sekitar $4.5 miliar. Negara lain yang terkena dampak tsunami ini adalah Sri Lanka (35,322), India (16,269), Thailand (8,212), Somalia (289), Maldives (108), Malaysia (75), Myanmar (61), Tanzania (13), Bangladesh (2), Seychelles (2), South Africa (2), Yemen (2), and Kenya (1). Estimasi kerugian material di negara samudra hindia yaitu sekitar $10 Miliar.

Tim survey tsunami intenasional melakukan pencarian saksi mata, survey lapangan dan rekaman - rekaman di seluruh pantai samudra Hindia yang terkena dampak tsunami. Merekan menilai jika tinggi ombak yang menghantam Sumatra yaitu 20 hingga 40 dengan puncak ombak yaitu 51 meter, 5 - 20 meter di Thailand, 4 - 12 meter di Sri Lanka, di Somalia yang berjarak 5.000 kilomoter dengan tinggi 10 meter. Alat tide gauge di Port Blair, kepulauan Andaman, juga menunjukkan laut naik setinggi 1.5 meter.

2. Alaska. 9.2


http://www.photolib.noaa.gov/htmls/cgs02076.htm


Pada tanggal 28 Maret 1964, Alaska diguncang gempa dahsyat berukuran 9.2 skala richter, dan merupakan gempa terbesar ke-3 dalam sejarah. Karena Alaska memilik populasi yang tidak banyak, gempa yang berlangsung di sana selama 4.5 menit tersebut menelan korban jiwa sekitar 130 orang. Gempa yang menyebabkan tsunami di Alaska ini menyebabkan kehancuran di daerah sekitar seperti Anchorage yang merupakan daerah paling parah, dan terasa hingga ke semua bagian Alaska, beberapa daerah di Canada dan bahkan juga di Washington.

1. Chile. 9.5


Pada tanggal 22 Mei 1960, dunia mencatatkan gempa paling dahsyat dan terbesar dalam sejarah di antara gempa - gempa yang ada di dunia, yaitu di Chili, Amerika Selatan, sebesar 9.5 skala richter. Gempa tersebut terjadi pada pagi hari dan berlangsung selama 10 menit. Gempa tersebut juga mengakibatkan tsunami hingga Hawai, Jepang, Filipina, Selandia Baru dan Australia tenggara.Di Chili, ketinggian tsunami mencapai 25 meter, sedangkan tinggi gelombang sampai ke Hawai yang berjarak 10.000 kilometer yaitu 10.7 meter.

https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Great_Chilean_Earthquake_damage_at_Kamaishi.jpg


Efek dari gabungan gempa dan tsunami tersebut membuat 2.000.000 warga kehilangan rumah dan sekitar 3000 orang terluka. Masih belum pasti mengenai berapa korban jiwa yang meninggal akibat bencana alam ini, tetapi spekulasi melaporkan sekitar 1.300 hingga 1.600 jiwa melayang.


EmoticonEmoticon