Jumat, 31 Maret 2017

Fakta Tentang Letusan Dahsyat Gunung Krakatau Tahun 1883

Tags

Fakta Letusan Dahsyat Gunung Krakatau Tahun 1883


Gunung Krakatau merupakan salah satu gunung di Indonesiayang sangat terkenal hingga ke seluruh dunia karena letusannya yang terjadi pada tanggal 26 hingga 27 1883. Gunung yang terletak di selat sunda yang memisahkan pulau Jawa dan Sumatera ini masih aktif hingga saat ini.

Letusan yang diakibatkan oleh Gunung Krakatau pada tahun 1883 ini merupakan yang paling besar yang pernah tercatat dalam sejarah peradaban manusia. Sebenarnya, dampak dari letusannya masih kalah dengan gunung Toba dan Tambora di Indonesia, Gunung Tampo di Selandia Baru, dan Gunung Katmal di Alaska. Tetapi gunung – gunung tersebut meletus ketika peradaban manusia masih sangat minim dibandingkan dengan gunung Krakatau di mana populasi manusia sudah banyak sekali dan sudah bisa dibilang padat. 
Kali ini saya akan memberikan kepada pembaca Tafakta tentang fakta – fakta letusan dahsyat yang diakibatkan oleh gunung Krakatau pada tahun 1883.

  • Tanda – tanda akan terjadi erupsi


Fakta Letusan Dahsyat Gunung Krakatau Tahun 1883
Gunung Krakatu telah terbengkalai selama 200 tahun sebelum akhirnya bangun lagi dari tidurnya pada tanggal 20 Mei 1883. Menurut laporan kapten kapal perang Jerman mengatakan Krakatau mengeluarkan awan abu yang terbang tinggi sekitar 7 mil keatas gunung.
Sedangkan menurut artikel 1883 yang dibuat The Atlantic, Anyer yang berjarak 25 mil atau Merak yang berjarak 35 mil tidak merasakan hal yang tidak biasa pada saat itu. Tetapi penduduk Jakarta yang dahulu masih bernama Batavia, yang berjarak 80 mil, merasakan suara seperti ledakan yang kabur, diiringi dengan getaran pintu yang berisik. Gunung Krakatau pada waktu itu mengeluarkan suara gemuruh dari dalam selama 3 bulan.
  • Letusan Gunung Krakatau dimulai


Fakta Letusan Dahsyat Gunung Krakatau Tahun 1883
Pada siang hari tanggal 26 Agustus 1883 gunung Krakatau menunjukkan tanda erupsi dengan mengeluarkan awan abu sekitar 22 mil di atas pulau. Menurut The Atlantic, pertama – tama ombak mundur kemudian menerjang kedua sisi selat. Pada gelap yang diakibatkan oleh awan debu yang menyelimuti awan, situasi yang menakutkan semakin menjadi – jadi. Petir menyambar secara mengerikan membuat apa pun yang berjarak 10 hingga 12 mil merasakan takut yang luar biasa. Kilat menakutkan yang muncul di antara awan abu hitam yang sangat besar terlihat dari Jakarta. Hujan abu juga terjadi di Cirebon yang berjarak 500 mil dari lokasi letusan gunung. Tetapi bencana yang sebenarnya terjadi di kemudian hari.

  • Erupsi yang terdengar hingga 2800 mil


Fakta Letusan Dahsyat Gunung Krakatau Tahun 1883
Mulai jam 5.30 pagi, tercatat gunung Krakatau mengeluarkan suara yang sangat kencang selama 4 kali selama 4 hingga 5 jam. Bahkan suara tersebut mampu didengar oleh penduduk Sri Langka dan Perth Australia yang berjarak 3000 mil! Ledakan yang terakhir terjadi pada jam 10.02 pagi di mana kekuatnnya 10.000 kali dari bom atom yang dijatuhkan di Hiroshima dan gelombang yang ditimbulkan terasa hingga seluruh penjuru dunia.

  • Tsunami


Fakta Letusan Dahsyat Gunung Krakatau Tahun 1883
Setiap erupsi gunung Krakatau menyebabkan tsunami dan setiap gunung berapi hancur menuju ke laut membentuk gelombang tsunami setinggi 120 kaki. Kapal uap di sekitar gunung terbawa yang mengakibatkan 28 awak kapal dan 165 penduduk sekitar Jawa dan Sumatera meninggal.

  • 11 mil kubik awan abu di atmosfer


Fakta Letusan Dahsyat Gunung Krakatau Tahun 1883
Matahari di daerah sekitar letusan gunung gelap ditutupi oleh awan abu  yang membentang hingga 275 mil. Begitu banyak sekali abu di awan hingga di Republik Nikaragua terlihat matahari berwarna biru.

  • Setelah erupsi berakhir


Fakta Letusan Dahsyat Gunung Krakatau Tahun 1883

Setelah semua tragedi mengerikan itu selesai, banyak sekali hal – hal yang mengejutkan. Pulau – pulau yang berada di sekitar gunung Krakatau hilang dan hanya menyisakan satu per 3 saja. Langit di seluruh dunia yang semula berwarna biru cerah menjadi seperti warna sore saat matahari mulai tenggelam. Bahkan letusan gunung Krakatau juga memengaruhi suhu temperatur bumi di tahun berikutnya dan kembali normal di tahun 1888.


EmoticonEmoticon